
Pendakian Gunung Merbabu Via Selo Di Buka, Yuk Mendaki!
Pendakian Gunung Merbabu Via Selo Di Buka Dan Hal Ini Tentunya Sangat Di Nantikan Oleh Para Pecinta Alam, Yuk Kita Bahas Bersama. Saat ini Pendakian Gunung Merbabu melalui jalur Selo kembali di buka mulai 18 April 2025 setelah sebelumnya di tutup sejak akhir Oktober 2024. Penutupan ini di lakukan untuk pemulihan ekosistem dan pemeliharaan. Jalur yang sempat mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem dan volume pendaki yang tinggi. Pembukaan kembali jalur ini disambut antusias oleh para pendaki karena jalur Selo dikenal sebagai rute favorit dengan pemandangan sabana yang luas dan jalur yang cenderung ramah bagi pendaki pemula maupun berpengalaman. Dengan di bukanya jalur Selo, seluruh jalur pendakian resmi Gunung Merbabu kini telah kembali beroperasi penuh.
Jalur Selo memiliki kuota pendakian sebanyak 578 orang per hari atau 100% dari kapasitas normal. Sistem booking di lakukan secara online melalui situs resmi taman nasional, dan setiap pendaki di wajibkan mengikuti prosedur serta peraturan yang di tetapkan. Biaya pendakian terdiri dari tiket masuk per hari sebesar Rp20.000 untuk hari biasa dan Rp30.000 untuk hari libur, di tambah tiket pendakian Rp20.000 dan tiket berkemah Rp5.000. Jika pendaki merencanakan kegiatan selama dua hari pada hari biasa, total biayanya adalah sekitar Rp65.000 per orang.
Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via Selo
Selain itu, para pendaki di wajibkan mematuhi protokol pendakian yang telah di tetapkan. Protokol tersebut meliputi kewajiban menjaga kebersihan jalur. Tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak flora atau fauna, serta mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku. Pendakian juga di anjurkan di lakukan dengan persiapan fisik dan logistik yang matang, mengingat kondisi alam gunung yang bisa berubah sewaktu-waktu. Pembukaan kembali jalur ini memberikan kesempatan bagi para pecinta alam untuk kembali menjelajahi keindahan Merbabu. Namun tetap dengan semangat konservasi dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Jalur Pendakian Gunung Merbabu Via Selo merupakan salah satu rute favorit yang paling banyak di pilih oleh para pendaki, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Pada jalur ini terletak di Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Keunggulan dari jalur Selo terletak pada kombinasi antara jalur yang relatif. Moderat dengan panorama alam yang sangat memanjakan mata. Pemandangan hamparan sabana, hutan pinus, serta latar Gunung Merapi yang megah di kejauhan menjadikan pendakian via. Selo terasa lebih istimewa dan menyegarkan, terutama bagi mereka yang mendambakan pengalaman alam terbuka yang berkesan.
Sejumlah Perubahan
Pendakian di mulai dari basecamp Selo yang di kelola oleh masyarakat lokal. Di sini, pendaki bisa beristirahat, menyewa peralatan, dan mendapatkan informasi pendakian. Setelah itu, perjalanan akan melewati beberapa pos yang sudah di beri nama seperti Pos 1 Dok Malang, Pos 2 Pandean, Pos 3 Batu Tulis, Pos 4 Sabana 1, hingga akhirnya mencapai Sabana 2 yang merupakan salah satu daya tarik utama jalur ini. Sabana 2 terkenal dengan bentang rumput hijaunya yang luas dan menjadi tempat favorit untuk mendirikan tenda. Serta beristirahat sebelum menuju puncak Kenteng Songo, titik tertinggi Merbabu dengan ketinggian 3.145 mdpl.
Sejak jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo kembali di buka pada April 2025, terdapat Sejumlah Perubahan penting yang patut di soroti. Terutama dalam hal aturan pendakian, kondisi jalur, dan fasilitas yang tersedia. Salah satu perubahan terbesar adalah di berlakukannya sistem booking online yang kini menjadi syarat utama sebelum melakukan pendakian. Setiap calon pendaki di wajibkan mendaftar terlebih dahulu melalui sistem daring. Untuk mengatur kuota harian pendakian yang di batasi sebanyak 578 orang. Sistem ini di terapkan untuk mencegah kepadatan yang berlebihan sekaligus mendukung upaya konservasi kawasan gunung.